Para dokter di ruang gawat darurat angkat bicara mengenai aktivitas musim dingin yang tidak boleh mereka biarkan anak-anak mereka ikut serta, dengan alasan meningkatnya jumlah cedera yang sebenarnya bisa dicegah selama musim dingin. Meskipun menganjurkan bermain di luar ruangan, para dokter memperingatkan bahwa hiburan tertentu yang populer di musim dingin membawa risiko yang signifikan – beberapa di antaranya diremehkan oleh orang tua.
Зміст
Kereta Luncur dan Tabung Salju: Bahaya Tersembunyi
Naik kereta luncur dan seluncur salju tampaknya tidak berbahaya, namun analisis retrospektif menunjukkan lebih dari 220.000 orang dirawat di unit gawat darurat AS karena cedera terkait antara tahun 2008 dan 2017. Hampir 70% dari mereka yang terluka adalah anak-anak di bawah 19 tahun, banyak di antaranya menderita trauma kepala.
Para dokter menekankan bahwa bukit-bukit es yang curam ditambah dengan kurangnya kemudi atau pengereman pada tabung menghasilkan kecepatan yang berbahaya (hingga 20-30 mph). Hambatan tersembunyi, lalu lintas, dan kehilangan kendali mengakibatkan gegar otak, patah tulang, dan cedera parah. Pengawasan itu penting — orang tua harus tetap fokus, tidak terganggu oleh telepon. Helm juga penting; dokter menyarankan untuk merawat kereta luncur seperti bersepeda dengan pelindung kepala yang tepat. Naik kereta luncur di malam hari sangat berisiko karena jarak pandang yang buruk.
Air Beku: Perjudian Mematikan
Seluncur es di kolam atau danau alami sering menjadi permintaan anak-anak, namun dokter dengan suara bulat menyarankan untuk tidak melakukannya. Es alami tidak dapat diprediksi dan ketebalannya dapat bervariasi beberapa inci dalam satu kaki. Berendam di air dingin sangat mematikan : suhu tubuh anak bisa turun dengan cepat, sehingga menyebabkan tenggelam (penyebab kedua kematian karena kecelakaan pada anak-anak). Banyak wilayah yang tidak memiliki kondisi pembekuan yang konsisten, sehingga penilaian tidak dapat diandalkan. Kecuali pihak berwenang memastikan keamanannya, keluarga harus tetap berada di arena yang terawat.
ATV di Salju: Rasa Aman yang Palsu
Kendaraan segala medan (ATV) di musim dingin tampak berbahaya. Salju memberikan kesan lembut yang keliru, namun tabrakan dengan kecepatan rendah sekalipun dapat mengakibatkan cedera kepala dan tubuh yang parah. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak di bawah 16 tahun tidak boleh mengoperasikan atau mengendarai ATV. Helm wajib digunakan untuk mengurangi keparahan cedera.
Kereta Luncur yang Ditarik Kendaraan: Trauma Kecepatan Tinggi
Menarik anak-anak di atas kereta luncur, papan seluncur salju, atau tabung dengan mobil, ATV, atau mobil salju adalah salah satu aktivitas dengan risiko paling tinggi. Anak-anak dapat terlempar jauh, tergelincir di bawah kendaraan, atau terbentur rintangan. Unit gawat darurat menangani cedera otak traumatis dan cedera tulang belakang bahkan karena kehilangan traksi ringan. AAP secara eksplisit memperingatkan praktik ini karena adanya gaya ejeksi.
Ski dan Snowboarding: Instruksi dan Perlindungan
Bermain ski dan seluncur salju memang menyenangkan, tetapi instruksi yang tepat sangatlah penting. Anak-anak merupakan 20% dari seluruh pemain ski, namun 40% dari kunjungan darurat terkait ski. Pelajaran mengajarkan pengendalian, navigasi yang aman, dan teknik jatuh. Helm tidak dapat dinegosiasikan, dan kemiringannya harus sesuai dengan tingkat keahlian. Kelelahan meningkatkan risiko, jadi istirahat sangatlah penting. Memastikan peralatan terpasang dengan benar (helm dan sepatu bot) juga disarankan.
Kesimpulan: Aktivitas musim dingin memang menyenangkan, namun kesadaran akan risiko adalah hal yang terpenting. Dokter UGD mendesak orang tua untuk memprioritaskan keselamatan, pengawasan, dan peralatan yang tepat untuk mencegah cedera yang dapat dicegah. Tujuannya bukan untuk menghilangkan kesenangan, namun untuk memastikan anak-anak dapat menikmati musim tersebut tanpa menghadapi bahaya serius.






















