Reuni Pengiring Pengantin baru-baru ini di Oscar menimbulkan alis di kalangan penggemar ketika salah satu pemerannya terlihat hilang: Wendie McLendon-Covey. Sementara mantan rekan mainnya—Rose Byrne, Kristen Wiig, Maya Rudolph, Melissa McCarthy, dan Ellie Kemper—memberikan penghargaan, McLendon-Covey memiliki prioritas berbeda.
Dalam postingan Instagram yang jujur dan menyegarkan, McLendon-Covey menjelaskan ketidakhadirannya: dia menjalani pengencangan leher pada minggu sebelumnya. “Leherku terangkat minggu lalu karena aku lelah terlihat seperti lilin yang meleleh,” tulisnya, menambahkan, “Jadi aku harus melewatkan Academy Awards. Tidak ada drama. Semuanya baik-baik saja.”
Pendekatannya yang jujur diterima oleh para pengikutnya, yang memuji transparansinya. Bagian komentar menyertakan dukungan dari sesama aktris Christine Lakin, yang dengan bercanda menyatakan dia akan memilih neck lift daripada Oscar jika dipaksa untuk memilih.
Pergeseran Sikap Hollywood terhadap Prosedur Kosmetik
Pengungkapan ini datang di saat para selebriti semakin terbuka untuk menjalani prosedur kosmetik. Meskipun diskusi seputar pengencangan dan pembesaran payudara relatif umum, facelift secara historis merupakan topik yang lebih tabu. Namun, bintang-bintang seperti Kris Jenner, Jane Fonda, dan Catt Sadler telah secara terbuka mendiskusikan pengalaman mereka, yang menandakan perubahan bertahap dalam sikap Hollywood terhadap penuaan dan intervensi kosmetik.
Fonda sendiri mengaku sempat melakukan facelift namun menyayangkan potensi kecanduannya. Kenyataannya adalah meskipun bedah kosmetik adalah pilihan pribadi, hal ini memiliki risiko dan dapat membuat ketagihan jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
“Saya melakukan facelift, dan saya berhenti karena saya tidak ingin terlihat menyimpang. Saya tidak bangga dengan kenyataan bahwa saya memilikinya,” kata Fonda kepada The Hollywood Reporter.
Sebaliknya, penjelasan ringan McLendon-Covey menggarisbawahi semakin diterimanya prosedur-prosedur ini sebagai keputusan pribadi yang rutin.
Dalam budaya yang terobsesi dengan masa muda dan citra, para bintang akhirnya menyadari bahwa mempertahankan penampilan yang diinginkan sering kali melibatkan lebih dari sekadar pencahayaan yang baik dan penata rias yang terampil. Kejujuran ini merupakan perubahan yang disambut baik dalam industri yang sering kali diselimuti kerahasiaan.
