Harper Beckham, anak bungsu dari David dan Victoria Beckham, telah memperjelas pendiriannya dalam konflik keluarga yang sedang berlangsung dengan secara terbuka mendukung saudara laki-lakinya, Romeo, di media sosial. Langkah ini dilakukan ketika ketegangan terus meningkat antara keluarga Beckham dan putra tertua mereka, Brooklyn, serta istrinya, Nicola Peltz.
Pernyataan Halus Harper
Pada hari Sabtu, Harper mem-posting ulang video Romeo berjalan di acara Willy Chavarria di Paris Fashion Week, menambahkan keterangan yang berbunyi, “Sekali lagi!! Pertunjukan luar biasa lainnya x @romeobeckham @willychavarria.” Sikap ini secara luas ditafsirkan sebagai dukungan langsung dari pihak orangtuanya, karena perseteruan tersebut semakin meluas ke publik.
Dinamika Keluarga Beckham
David dan Victoria Beckham menikah pada tahun 1999 setelah berpacaran sejak tahun 1997. Mereka memiliki empat anak: Brooklyn (lahir 1999), Romeo (lahir 2002), Cruz (lahir 2005), dan Harper (lahir 2011). Keluarga tersebut telah mempertahankan citra publik yang tinggi, namun di balik layar, keretakan telah terjadi selama bertahun-tahun.
Ketegangan Meningkat
Perseteruan itu mencapai titik didih ketika Brooklyn menuduh orang tuanya salah mengartikan kejadian di media. Pada bulan Januari 2026, dia menulis di Instagram, “Saya telah bungkam selama bertahun-tahun… Sayangnya, orang tua saya dan tim mereka terus melapor ke media, membuat saya tidak punya pilihan selain berbicara sendiri.” Konflik tersebut dilaporkan bermula dari perbedaan pendapat mengenai pengaturan pernikahan dan dinamika keluarga yang telah berlangsung lama.
Postingan Harper baru-baru ini menunjukkan adanya keselarasan yang jelas dengan orang tuanya dalam perselisihan ini. Tampilan dukungan publik Beckham muda menggarisbawahi retaknya hubungan keluarga, karena perseteruan terus terungkap di mata publik.
Konflik keluarga yang bersifat publik ini menimbulkan pertanyaan tentang tekanan dalam mempertahankan citra selebriti dan bagaimana dinamika tersebut berdampak pada hubungan pribadi. Meningkatnya perselisihan ini menunjukkan adanya permasalahan yang lebih dalam, yang mungkin tidak dapat diselesaikan sepenuhnya tanpa rekonsiliasi pribadi.
