Cara Terbaik Menyimpan Pisang: Uji Ilmiah Mengungkapkan Pemenangnya

5

Kebanyakan orang yang membeli pisang menghadapi masalah yang sama: pisang matang terlalu cepat. Dalam beberapa hari, buah yang sempurna berubah menjadi lembek atau coklat, memaksa Anda untuk menggunakannya dalam smoothie atau kue daripada menikmatinya segar. Untuk menentukan metode penyimpanan yang paling efektif, percobaan terbaru menguji tujuh teknik populer, mulai dari pendinginan hingga pembungkusan batang. Hasilnya mungkin akan mengejutkan Anda: pendekatan paling sederhana sering kali memberikan hasil terbaik.

Tantangan Pematangan Pisang

Pisang melepaskan gas etilen, yang mempercepat pematangannya. Ini berarti warnanya dengan cepat berubah dari keras dan hijau menjadi terlalu lunak dan coklat. Tujuan pengujian ini bukan untuk mempercepat pemasakan, namun untuk memperlambatnya dan mengawetkan pisang pada tingkat kemanisan dan tekstur ideal selama mungkin.

Metode yang Diuji

Eksperimen tersebut membandingkan metode penyimpanan berikut selama enam hari:

  1. Freezer: Menyimpan pisang utuh, dipisahkan, dan dikupas.
  2. Kulkas: Menempatkan pisang di laci yang lebih renyah.
  3. Counter: Meninggalkan pisang pada suhu ruangan.
  4. Pengait: Menunda pisang pada dudukannya untuk mencegah memar.
  5. Plastik Bungkus (Batang): Bungkus rapat batang pisang dengan plastik wrap.
  6. Kantong Produksi Plastik: Menyegel pisang dalam kantong plastik yang dapat digunakan kembali.
  7. Foil (Batang): Bungkus rapat batang pisang dengan alumunium foil.

Hasil: Batang Dibungkus Foil Ambil Mahkotanya

Pemenangnya adalah membungkus batang tandan pisang rapat-rapat dengan alumunium foil. Metode ini menghasilkan pisang dengan tekstur terbaik, sedikit kecoklatan, dan rasa manis yang berkembang dengan baik. Foil tersebut secara efektif mengandung gas etilen, sehingga memperlambat proses pematangan.

  • Peringkat: 9,5/10

Kantong plastik juga memiliki kinerja yang baik, menghasilkan pisang yang lembut dan memiliki rasa yang kuat, namun dengan tekstur yang lebih lembut, beberapa penguji menganggapnya kurang menarik.

  • Peringkat: 8,5/10

Metode pengait dan bungkus plastik serupa, menawarkan sedikit perbaikan dibandingkan hanya membiarkan pisang di meja, namun tetap menghasilkan kematangan yang nyata. Metode lemari es dan freezer adalah yang paling tidak efektif, menghasilkan buah mentah dan bertepung.

Mengapa Ini Penting

Pisang yang cepat matang bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan di dapur; itu pertanda sisa makanan. Sekitar sepertiga dari seluruh makanan yang diproduksi secara global hilang atau terbuang, dan pisang seringkali menjadi korbannya. Metode penyimpanan yang efektif dapat memperpanjang umur simpan, mengurangi limbah, dan memastikan Anda menikmati buah secara maksimal.

Intinya

Agar pisang tetap keras, manis, dan nikmat lebih lama, bungkus batangnya dengan kertas timah. Jika Anda lebih menyukai buah yang lebih lembut dan kental, cara kantong plastik patut dicoba. Penyimpanan dingin sebaiknya dilakukan untuk mengawetkan pisang yang sudah matang, bukan untuk memperlambat prosesnya.