Laporan dari orang dalam menunjukkan bahwa relokasi Pangeran Andrew baru-baru ini di Sandringham Estate tidak banyak membantu meringankan hubungannya yang rumit dengan Keluarga Kerajaan. Setelah kepergiannya dari Royal Lodge, mantan Duke of York telah pindah ke Marsh Farm, sebuah properti dengan lima kamar tidur di perkebunan tersebut, namun peralihannya dilaporkan ditandai dengan konflik dan ketidakpuasan.
Transisi yang Sulit
Langkah ini dilakukan di tengah pengawasan ketat setelah dirilisnya memoar Virginia Giuffre yang diterbitkan secara anumerta, NOBODY’S GIRL, yang membawa perhatian baru terhadap tuduhan pelecehan seksual yang sebelumnya ditujukan kepadanya. Alih-alih melakukan transisi secara diam-diam, sumber yang mengetahui situasi tersebut mengklaim bahwa Andrew sama sekali tidak kooperatif.
Menurut orang dalam yang berbicara kepada InTouch Weekly, Pangeran telah menyatakan ketidakpuasan yang signifikan terhadap tempat tinggal barunya. Alih-alih menerima akomodasi yang disediakan oleh Raja Charles III, ia dilaporkan mengeluh bahwa properti tersebut tidak memadai.
Tuduhan Hak dan Gangguan
Gesekan seputar perpindahan tersebut bukan hanya mengenai sikap Andrew, namun juga tindakannya terhadap properti tersebut. Orang dalam telah menyoroti beberapa poin perdebatan:
- Renovasi Tidak Sah: Andrew diduga memulai perbaikan dan modifikasi besar-besaran pada properti tanpa persetujuan eksplisit dari Raja.
- Kontroversi “Gua Manusia”: Sebuah trailer dilaporkan telah ditempatkan di lokasi tersebut, seolah-olah untuk menyimpan peralatan pekerja. Namun, sumber mengklaim ruangan itu telah diubah menjadi ruang pribadi yang dilengkapi dengan televisi besar dan berbagai barang pribadi.
- Pergantian Staf: Ketegangan yang sedang berlangsung dilaporkan berdampak buruk pada mereka yang dipekerjakan untuk membantunya. Orang dalam menyarankan agar anggota staf mengundurkan diri karena lingkungan kerja yang sulit yang diciptakan oleh perilakunya.
Konteks yang Lebih Luas
Gesekan terbaru ini menyoroti perjuangan yang sedang berlangsung untuk mengintegrasikan Pangeran Andrew ke dalam peran yang lebih kecil dalam monarki. Meskipun anggota keluarga, seperti Putri Anne, dilaporkan telah memberikan dukungan—termasuk dugaan tawaran untuk menampungnya di Gatcombe Estate—perilaku Pangeran saat ini menunjukkan keretakan yang semakin dalam.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana Keluarga Kerajaan mengelola anggotanya yang tidak lagi menjadi bagian dari tugas resmi namun tetap bergantung secara finansial atau logistik pada Kerajaan.
Perselisihan yang sedang berlangsung di Marsh Farm menunjukkan bahwa meskipun peran publik Pangeran Andrew telah berkurang, perselisihan pribadinya dengan institusi tersebut dan keluarganya terus meningkat.
