Nigella Lawson, tokoh kuliner Inggris yang dicintai, telah memicu perdebatan viral dengan metode pengolesan roti panggangnya yang tidak konvensional namun efektif. Saat ia bergabung dengan The Great British Bake Off sebagai juri, filosofi dapur sederhananya – memaksimalkan kesenangan dalam masakan sehari-hari – sekali lagi menjadi sorotan. Tekniknya? Roti panggang dengan mentega ganda untuk pengalaman sarapan “ideal platonis”.
Proses Mentega Dua Langkah
Metode Lawson bukanlah tentang kelebihan; ini tentang waktu. Lapisan pertama mentega langsung dioleskan saat roti panggang muncul, meleleh ke dalam roti hangat untuk menciptakan tekstur lembut seperti kue kering. Setelah periode pendinginan singkat, lapisan kedua ditambahkan, meninggalkan bercak emas yang belum meleleh. Sentuhan akhir? Taburan garam laut yang terkelupas.
Mengapa Ini Berhasil: Tekstur dan Rasa
Pendekatan mentega ganda mengatasi dua masalah umum roti panggang: penyebaran yang tidak merata dan pengenceran rasa. Lapisan mentega pertama membuat roti jenuh, sedangkan lapisan kedua memastikan cakupan permukaan maksimum. Garam meningkatkan kekayaan mentega, menciptakan rasa gurih yang dilewatkan oleh sebagian besar pengunjung sarapan.
Apakah Upaya Ini Layak?
Menurut mereka yang pernah mencobanya, jawabannya pasti ya. Langkah ekstra ini menjamin gigitan yang lebih mewah dan beraroma, tanpa ada bagian kering yang tertinggal. Meskipun beberapa orang mungkin menyebutnya ekstra, teknik Lawson adalah pengingat bahwa terkadang, kesenangan sederhana mendapat manfaat dari sedikit perhatian ekstra.
“Orang Selatan dalam diri saya sangat menghargai hal itu.”
Pada akhirnya, trik mentega Nigella Lawson bukan hanya tentang roti panggang: ini tentang mengangkat hal-hal biasa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ini adalah tindakan kecil pemanjaan diri yang membuat sarapan sedikit lebih baik.

































