Tren TikTok terbaru mendorong orang untuk meniru perasaan seperti kentang panggang dengan membungkus diri mereka dengan selimut, sehingga menciptakan lingkungan tidur seperti kepompong. Meskipun metode “tempat tidur kentang” ini menjanjikan peningkatan relaksasi dan rasa aman, para ahli mempertimbangkan apakah metode ini merupakan cara tidur yang bermanfaat atau hanya sekadar iseng-iseng.
Зміст
Psikologi di Balik Tren
Daya tarik tempat tidur kentang berasal dari kebutuhan manusia yang mendalam akan kenyamanan dan keamanan. Rachel Salas dari Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa tren ini mencerminkan keinginan masyarakat untuk berlindung dari tekanan kehidupan modern. Sensasi yang nyaman dan membatasi dapat memicu respons dasar yang mengingatkan kita pada saat dibedong saat bayi, berpotensi mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur dengan menumbuhkan rasa dipeluk.
Potensi Manfaat dan Risiko
Meskipun beberapa orang mungkin menganggap kentang sebagai makanan yang menenangkan, para ahli tidur memperingatkan agar tidak mengadopsinya secara luas. Populasi tertentu – termasuk anak kecil, hewan peliharaan, dan individu dengan masalah mobilitas – dapat mengalami kesulitan dengan ruang terbatas. Selain itu, selimut yang berlebihan dapat memerangkap panas, sehingga menghambat proses pendinginan alami tubuh yang diperlukan untuk tidur nyenyak dan memulihkan. Suhu kamar tidur ideal untuk tidur optimal adalah antara 60-68 derajat Fahrenheit, kisaran yang mungkin terganggu oleh ketergantungan tren pada pakaian berlapis-lapis.
Pertimbangan Jangka Panjang
Dokter pengobatan tidur William Lu memperingatkan bahwa penggunaan alas kentang dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit punggung dan posisi yang tidak wajar. Daripada tidur sepanjang malam, dia merekomendasikan penggunaan teknik relaksasi jangka pendek. Ketergantungan yang berlebihan pada rutinitas tidur yang rumit, termasuk tren ini, juga dapat menciptakan “perilaku aman” – yaitu ritual kaku yang membuat tubuh menjadi bergantung, yang pada akhirnya mengganggu kualitas tidur dalam jangka panjang. Patricia Haynes dari Universitas Arizona menyoroti bahwa banyak budaya yang tidur nyenyak dengan alas tidur yang minim, menunjukkan bahwa tidur yang efektif lebih merupakan tentang menumbuhkan kebiasaan sehat daripada menciptakan lingkungan yang sempurna.
Cara Menentukan Apakah Ini Cocok untuk Anda
Efektivitas tempat tidur kentang berbeda-beda pada setiap orang. Hannah Shore dari Mattress Online menyarankan untuk memeriksa diri sendiri di pagi hari. Jika Anda bangun dengan perasaan istirahat dan bebas rasa sakit, metode ini mungkin berhasil untuk Anda. Namun, jika Anda merasa terjebak atau kepanasan, hal tersebut bisa berdampak sebaliknya.
Intinya
Tren tempat tidur kentang, seperti halnya tips tidur lainnya, harus didekati dengan tidak berlebihan. Terobsesi dengan tidur yang “sempurna” dapat menyebabkan ortosomnia, yaitu fiksasi yang tidak sehat terhadap kualitas tidur. Jika Anda berjuang dengan insomnia atau masalah tidur kronis, berkonsultasi dengan dokter sangatlah penting, karena banyak gangguan yang tidak terdiagnosis dan dapat diobati. Pada akhirnya, lingkungan tidur terbaik adalah lingkungan yang selaras dengan ritme alami tubuh dan preferensi pribadi Anda.

































