Selama beberapa dekade, Mark Hamill identik dengan kepahlawanan Luke Skywalker. Namun, aktor legendaris ini mengambil peran baru, meski lucu. Hamill telah bermitra dengan LEGO Group sebagai “Direktur Eksekutif Junior Informasi” (J.E.D.I.) untuk mempromosikan set Star Wars SMART Play baru mereka—sebuah lini yang mengintegrasikan tag cerdas dan batu bata interaktif ke dalam pengalaman membangun klasik.
Dalam wawancara eksklusif dengan SheKnows, Hamill merefleksikan hubungannya dengan mainan, kehidupan keluarganya, dan dampak mendalam dari mendongeng dan bermain terhadap anak-anak.
Sebuah “Dongeng Fiksi Ilmiah” yang Mengubah Segalanya
Melihat kembali awal mula Star Wars, Hamill mengenang momen intuisi awal. Setelah membaca naskahnya, dia memperkirakan film tersebut akan sukses besar, dan mencatat bahwa film tersebut mematahkan pola fiksi ilmiah “kering dan serius” yang khas pada zaman tersebut.
“Ini memiliki selera humor… Itu sangat feminis,” kata Hamill, secara khusus memuji karakter Putri Leia. Dia mencatat bahwa Leia tidak pernah menjadi “gadis dalam kesusahan”, tetapi karakter yang bertanggung jawab atas penyelamatan dirinya sendiri—sebuah kualitas yang dia yakini tetap menjadi aspirasi bagi semua generasi.
Hamill juga menyinggung kesulitan yang dihadapi George Lucas dalam menjual konsep tersebut. Berbeda dengan fiksi ilmiah tradisional 2001: A Space Odyssey, Star Wars terasa lebih seperti dongeng modern, sebuah perbedaan yang membantu mendefinisikan tempat uniknya dalam sejarah sinematik.
Hubungan Antara Bangunan dan Ikatan
Bagi Hamill, kemitraan dengan LEGO sangat bersifat pribadi. Ayah dari tiga anak dan seorang kakek ini telah melihat secara langsung bagaimana perangkat bangunan dapat menjembatani kesenjangan generasi.
- Aktivitas Bersama: Hamill menekankan bahwa LEGO menyediakan cara bagi orang tua dan anak-anak untuk berpartisipasi dalam proses kreatif bersama.
- Memelihara Kreativitas: Dia mengenang putra-putranya, Nathan dan Griffin, yang dengan cepat mengunggulinya dalam keterampilan dan desain struktur yang rumit.
- Kegembiraan Bermain: Saat ia bersiap menyambut cucunya ke dunia bermain, Hamill memandang mainan ini sebagai alat untuk menjalin hubungan.
Perangkat SMART Play yang baru mewakili evolusi dari pengalaman ini, memadukan nostalgia sentuhan tahun 1980-an dengan teknologi modern, seperti suara dan elemen interaktif.
Melampaui Layar: Pentingnya Memberi Kembali
Meskipun kariernya ditentukan oleh waralaba blockbuster, Hamill sangat menghargai upaya filantropisnya. Dia berbagi kisah mengharukan saat mengunjungi rumah sakit anak-anak selama promosi Star Wars: Episode VII.
Ia menceritakan pengalaman dokter tentang seorang pasien lumpuh yang menunjukkan tanda-tanda bergerak hanya dengan bereaksi terhadap iklan Star Wars di televisi.
“Hal ini berdampak buruk secara emosional,” aku Hamill, “tapi saya berpikir, ‘Pekerjaan ini jauh lebih penting daripada pekerjaan saya yang sebenarnya,’ karena saya merasa benar-benar melakukan sesuatu dan berkontribusi dengan cara yang positif.”
Sebagai bentuk komitmen ini, Hamill mengungkapkan bahwa meskipun dia telah menerima sampel set LEGO baru, dia bermaksud membiarkan cucunya memilih favoritnya, sementara set sisanya akan disumbangkan ke rumah sakit anak-anak.
Kesimpulan
Baik melalui skala epik Star Wars atau momen kecil dan taktil dalam membangun dengan LEGO, karier Mark Hamill tetap berpusat pada kekuatan imajinasi. Peralihannya ke peran baru ini menyoroti tema yang konsisten: kemampuan cerita dan permainan untuk menghadirkan kegembiraan, koneksi, dan bahkan penyembuhan bagi orang-orang dari segala usia.
