Kenyamanan Tradisi: Sup Lentil Merah untuk Ramadhan

7

Bagi banyak orang, bulan Ramadhan ditandai dengan pesta-pesta mewah—hidangan mewah seperti maqlubeh atau mansaf yang menampilkan warisan kuliner. Namun kenyataannya menjalankan puasa sering kali melibatkan makanan yang lebih sederhana, yang dipatahkan secara diam-diam setelah matahari terbenam. Di sinilah semangkuk sup miju-miju merah menemukan tempatnya, hidangan yang sangat selaras dengan tradisi keluarga dan tindakan membangun kembali hubungan.

Ritual Berbuka Puasa

Di negara-negara Arab, akhir puasa biasanya disambut dengan kurma dan air—sumber energi alami yang cepat setelah seharian tanpa makan. Setelah itu, sup menjadi kebiasaan yang hampir universal, dengan lembut merehidrasi tubuh dan memudahkan transisi kembali ke makan. Meskipun ada variasi, sup miju-miju yang dihaluskan adalah makanan pokok di banyak rumah tangga di Levantine, muncul di meja hampir setiap malam selama bulan Ramadhan.

Resep yang Berakar pada Rasa

Bahan dasar sup ini dimulai dengan bawang bombay, dimasak perlahan dalam minyak zaitun hingga berwarna keemasan. Karamelisasi lembut ini menghasilkan rasa manis dan pekat tanpa gosong. Jintan dan lada hitam kemudian dibumbui dengan minyak, aromanya meresap ke dalam masakan. Kuncinya adalah keseimbangan: cukup jinten untuk kedalamannya, tetapi jangan terlalu banyak hingga melebihi lentil. Sentuhan lada hitam yang mencolok membuat sup tidak terasa rata, namun tetap membuat karakter lentilnya yang bersahaja tetap bersinar.

Beberapa rumah tangga menambahkan wortel dan kentang. Wortel memberikan rasa manis yang halus, sedangkan kentang memberikan rasa lembut. Pengujian dengan dan tanpa kentang menunjukkan perbedaan yang jelas: versi dengan kentang terasa lebih halus saat dihaluskan. Caranya adalah dengan menggunakan secukupnya saja untuk menambah isi tanpa membuat supnya bergetah atau didominasi kentang.

Kacang lentil merah lebih disukai karena waktu memasaknya yang cepat dan cenderung mudah rusak sehingga menghasilkan tekstur yang halus. Kaldu ayam meningkatkan rasa gurihnya, meskipun kaldu sayur atau bahkan air dapat memberikan hasil yang memuaskan. Setelah lentil dan sayuran empuk, sup diblender hingga benar-benar halus.

Hasil Akhir yang Cerah: Lemon dan Pita

Sup paling enak disajikan dengan irisan lemon, sehingga setiap orang bisa menambahkan jeruk sesuai seleranya. Meskipun beberapa orang mungkin lebih menyukai rasa lentil yang murni, sebagian besar memeras banyak jus untuk mencerahkannya. Lemon sering kali dibelah dua agar mudah diperas, bukan dijepit dengan rapi—jumlah jus yang digunakan menuntutnya.

Crouton pita renyah adalah topping yang umum, menambah kerenyahan yang memuaskan. Secara tradisional, makanan ini digoreng dengan minyak zaitun hingga berwarna keemasan, menyerap minyak untuk menghasilkan gigitan yang sangat beraroma. Ada metode modern seperti memanggang atau menggoreng udara, tetapi versi gorengnya tetap lebih unggul.

Lebih Dari Sekadar Makan

Sup miju-miju ini lebih dari sekadar resep sederhana; itu adalah hubungan dengan rumah dan keluarga. Makanan membentuk rasa identitas kita, dan hidangan seperti ini menjadi jangkar dalam waktu, menjembatani jarak dan memperkuat tradisi. Bagi sebagian orang, ini adalah cara untuk membangun kembali koneksi yang hilang, satu demi satu.