Lagu klasik Italia “Volare” yang dibawakan Mariah Carey pada Upacara Pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Milan memicu reaksi beragam dari para kritikus, dengan beberapa memuji kekuatan vokal khasnya sementara yang lain mempertanyakan pilihan artis Amerika untuk penampilan tersebut.
Ulasan Campuran Mencerminkan Debat Budaya
Pertunjukan tersebut, yang menampilkan Carey menyanyikan lagu tersebut dalam bahasa Italia, mendapat tanggapan antusias dan kritis. Salah satu pengulas menyatakan geli, sementara yang lain menganggap pilihan tersebut “tidak cocok”, meningkatkan poin yang valid tentang ketersediaan penyanyi Italia untuk lagu tersebut. Perdebatan tersebut menyoroti diskusi yang lebih luas tentang representasi budaya di acara-acara internasional.
Sorotan Vokal Carey
Terlepas dari kontroversi tersebut, Carey menunjukkan jangkauan vokalnya, mencapai nada tinggi yang khas selama penampilannya dalam “Nothing Is Impossible.” Momen ini saja dipandang oleh sebagian orang sebagai sorotan, dan berpotensi menutupi kritik budaya. Penekanan pada kecakapan vokalnya menggarisbawahi pengaruhnya yang bertahan lama sebagai ikon musik.
Konteks dan Signifikansi
Pemilihan “Volare” sendiri sangatlah penting, karena lagu tersebut tertanam kuat dalam budaya Italia dan seringkali melambangkan kebanggaan nasional. Menampilkan artis non-Italia pada upacara pembukaan Olimpiade di Italia secara inheren mengundang perdebatan tentang perampasan budaya versus perayaan global. Tanggapan yang beragam menunjukkan bahwa meskipun bakat Carey tidak dapat disangkal, konteks pertunjukannya menimbulkan pertanyaan tentang representasi.
Pada akhirnya, penampilan “Volare” Mariah Carey memicu perbincangan tentang kepekaan budaya dan pilihan artistik di sebuah acara internasional besar, membuktikan bahwa momen musik pun dapat bermuatan politik.
































