Sarah Ferguson Diduga Punya Hubungan ‘Friends With Benefits’ dengan Sean ‘Diddy’ Combs

22

Tuduhan baru muncul mengenai kehidupan pribadi Sarah, Duchess of York, yang menunjukkan hubungan intim jangka panjang dengan maestro musik Sean “Diddy” Combs. Menurut kutipan dari buku Andrew Lownie yang akan datang, Berjudul, mantan anggota kerajaan dan terpidana pedagang seks mempertahankan pengaturan “teman dengan keuntungan” antara tahun 2004 dan 2008.

Klaim tersebut, yang dilaporkan oleh Daily Mail, menambahkan lapisan lain pada citra publik Duchess pasca-perceraian, dan menghubungkannya dengan beberapa tokoh paling kontroversial dalam sejarah terkini.

Dugaan Perselingkuhan

Sumber wahyu ini digambarkan sebagai “rekan” Combs. Menurut orang dalam ini, hubungan itu dimulai setelah pasangan itu bertemu di sebuah pesta yang diselenggarakan oleh Ghislaine Maxwell di New York pada tahun 2002. Maxwell, yang dihukum karena perdagangan seks dan dandanan, adalah tokoh sentral dalam skandal Jeffrey Epstein.

Rekan tersebut mengklaim bahwa Ferguson dan Combs sering bepergian bersama selama empat tahun hubungan mereka, bertemu di hotel mewah di seluruh Afrika dan Eropa. Orang dalam menekankan betapa mewahnya pertemuan mereka, mencatat bahwa pasangan tersebut pernah menginap di hotel bintang tujuh dengan tarif per malam melebihi £50,000.

“Mereka tidak mengeluarkan biaya apapun.”

Kekhawatiran Terhadap Privasi Kerajaan

Tuduhan tersebut melampaui hubungan romantis, menyentuh keamanan dan privasi keluarga kerajaan. Sumber tersebut menuduh Ferguson membawa putrinya yang masih remaja, Putri Eugenie, ke pesta kapal pesiar pribadi Combs.

“Pesta Sean sangat liar. Fakta bahwa dia mengajak Eugenie berkeliling sungguh mengkhawatirkan,” kata orang dalam kepada Lownie. Klaim ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai penilaian Duchess mengenai paparan anak-anaknya terhadap lingkungan sosial berisiko tinggi selama periode tersebut.

Pola Asosiasi yang Kontroversial

Buku ini menempatkan tuduhan-tuduhan ini dalam konteks yang lebih luas yaitu hubungan Ferguson dengan orang-orang berkuasa dan kontroversial. Rekan tersebut menyatakan bahwa Ferguson memiliki hubungan yang kompleks dengan Jeffrey Epstein, mendiang pemodal yang dihukum karena perdagangan seks.

“Jika Jeffrey mengajukan pertanyaan, [Ferguson] akan menjawab ya. Bahkan setelah… dia dihukum karena melakukan pelanggar seks,” klaim sumber tersebut. Orang dalam tersebut mencirikan Ferguson sebagai seorang “oportunis” dengan reputasi menjalin hubungan dengan pria kaya, menunjukkan bahwa koneksinya didorong oleh status dan keuntungan finansial, bukan kasih sayang yang tulus.

Mengapa Ini Penting

Tuduhan ini muncul ketika pengawasan publik terhadap hubungan keluarga kerajaan Inggris dengan Epstein dan Maxwell semakin meningkat. Meskipun Sarah Ferguson bukan lagi anggota keluarga kerajaan yang bekerja, ikatannya dengan tokoh-tokoh tersebut menarik perhatian pada jaringan kekuasaan dan hak istimewa yang lebih luas di sekitar monarki.

Klaim tersebut juga menyoroti perdebatan yang sedang berlangsung mengenai akuntabilitas dan akses. Jika benar, hubungan ini menunjukkan tingkat keintiman antara tokoh senior kerajaan dan individu yang kemudian dihukum karena kejahatan berat yang menantang citra tradisional tentang kesopanan kerajaan.

Kesimpulan

Apakah tuduhan ini pada akhirnya terbukti benar atau dianggap sebagai gosip, tuduhan tersebut memperkuat narasi Sarah Ferguson sebagai sosok yang terpolarisasi yang kehidupan pasca-kerajaannya ditandai dengan pengeluaran yang boros dan teman-teman yang kontroversial. Ketika proses hukum terhadap Sean Combs berlanjut, asosiasi di masa lalu ini dapat semakin memperumit persepsi publik terhadap Duchess dan elit industri musik.